Ladrang Ayun - Ayun laras pelog pathet nem
Analisis Ladrang Ayun-
Ayun laras pelog pathet nem
oleh
Faisol Amir
1. Nama
dan Sejarah
Ladrang Ayun - ayun merupakan
gending yang lahir pada abad ke 18 atau
sekitar tahun 1820 pada masa kepemimpinan Paku Buwana V. Tidak diketahui siapa
pencipta gending ini karena pada saat itu setiap karya yang diciptakan oleh
seorang empu atau abdi dalem, selalu dipersembahkan kepada seorang raja, sehingga karya tersebut menjadi milik raja yang berkuasa.
Ladrang Ayun - ayun merupakan komposisi
gending karawitan garap klasik yang menceritakan tentang seseorang yang jatuh cinta,
seorang yang mengayun - ayun, mempunyai perasaan yang senang.
Pada masa Paku Buwana V selain Ladrang
Ayun - ayun telah lahir banyak gending - gending yang lain seperti Asmaradana,
Kembang Gayam, Laranjala, Grompol, Tanjung Gunung, Sontoloyo, Gandrung Manis,
Ginonjing, Kawung, Petung Wulung dan Ranumanggala.
2. Jenis
dan Bentuk
Gendhing yang sangat familiar di
lingkungan masyarakat ini berbentuk ladrangan, adapun jenis dari gendhing ini adalah gendhing alit
dengan garap soran - lirihan. Untuk
lebih jelasnya tentang bentuk dari gendhing ini akan kami terangkan dalam
lampiran notasi di bawah.
3. Fungsi
Ladrang yang sudah ada sejak abad ke
- 18 ini ternyata memiliki banyak fungsi diantaranya untuk iringan Tari Beksan
Golek Nawung Asmara. Tari ini lahir di Yogyakarta yang difungsikan untuk
menyambut tamu tamu kehormatan raja. Tari Beksan Golek Nawung Asmara atau Tari
Golek Ayun -Ayun ini diciptakan oleh Alm. KRT Sasmitha Dipura atau yang lebih
dikenal dengan nama Rama Sas. Tari ini dibawakan oleh 2 orang penari. Selain
sebagai iringan tari, ladrang ayun - ayun juga sering difungsikan sebagai
inggah gendhing yaitu pada gendhing randukentir ketuk 2 kerep laras pelog
pathet nem atau dalam tradisi karawitan Yogyakarta disebut Sarayuda. Selain
itu, gending ini bisa difungsikan sebagai uyon - uyon bahkan untuk melengkapi
gending - gending iringan manten.
4. Struktur
Gendhing
Seperti yang telah kami singgung
diatas, bahwa Ayun - ayun merupakan gendhing yang berbentuk ladrang. Dan tidak
berbeda dengan ladrang yang lain bahwa ladrang ayun - ayun memiliki 8 gatra
didalam satu gongan, selain itu struktur pukulan ketuknya juga sama persis
seperti bentuk ketawang. Tabuhan ketuk terdapat disetiap gatra pada sabetan
balungan kedua. Kenongnya juga sama seperti gending yang lain yaitu jatuh pada
setiap seleh gatra genap. Sedangkan tabuhan kempulnya jatuh pada selah gatra
genap. Untuk lebih jelasnya bagaimana struktur ladrang ayun - ayun dalah
sebagai berikut :
Ladrang
Ayun - Ayun laras pelog pathet nem
Irama I dan II
2 =3 2
1 3 =5 3 n2
5 =3
2 p1 3
=5 3 n2
6 =3
5 p6 2
=1 6 n5
3 =6
3 p2 5
=3 5 gn6
Irama III
3
6 3 =6 2 3 2 1 y 1 2 =3
6 5 3 n2
6
2 5 =3 2 3 2 p1 y 1 2 =3
6 5 3 n2
6
2 5 =3 ! @ ! p6 2 3 2 =1
6 5 4 n5
6
3 5 =6 3 5 3 p2 5 3 1 =6
2 1 2 ng6
5. Struktur
sajian
Ladrang Ayun - ayun bisa disajikan
dalam irama tanggung, dados, wiled dan rangkep. Namun karena gending ini
multifungsi, kami membagi struktur penyajiannya menjadi 2 yaitu struktur
penyajian untuk iringan tari dan struktur penyajian untuk uyon - uyon.
a. Struktur
penyajian dalam iringan tari
Dalam iringan Tari Golek Ayun -
ayun, diawali dari keprak yang menandakan akan dimulainya sajian ladrang ayun -
ayun ini. dalam dunia wayang keprak ini seperti dodokan ketika memberi tanda
dimulainya suatu sajian gending.
Dilanjutkan pada fase yang kedua
yaitu lagon, pada bagian ini ricikan yang berperan adalah gender, rebab,
gambang, suling, kempul, gong dan vokal. Adapun lagon yang disajikan adalah
lagon panunggul pelog nem. Lagon ini bertujuan untuk memberi tanda sebuah
pathet yang akan dimainkan. Setelah lagon
dilanjutkan oleh buka gending yang dilakukan oleh bonang disusul kendang
dan ricikan yang lain.
Irama yang setelah buka ini adalah
irama tanggung dengan garap soran, laya yang dibawakan pun lebih tamban karena
menyesuaikan dengan gerak tari. Irama selanjutnaya adalah irama dados dan wiled
atau irama II dan irama III. Dan perlu diketahui bahwa untuk keperluan iringan
tari, ladrang ayun - ayun ini hanya memakai irama I, II dan III dengan notasi
seperti diatas namun garapnya memakai garap gropak. Untuk klu atau tanda
peralihan irama tergantung pada pamurba
irama yaitu kendang. Diakhir sajian gending ini masih memakai lagon panunggul
yang memberi nilai estetis yang tinggi. Pemakaian laya yang tamban sehingga
sehingga ricikan rebab dan gender leluasa memainkan wiledannya berpadu dengan
tabuhan saron yang sedang ( tidak keras / lirih ) membuat rasa musikal iringan
semakin indah.
b.
Struktur penyajian dalam uyon - uyon
Dalam sajian uyon - uyon, ladrang
ayun - ayun ini bisa digarap dengan irama tanggung, dadi, wiled bahkan rangkep.
Laya yang dipakai pun lebih sigrak daripada dalam iringan tari. Struktur
sajiannya sama dengan iringan, bedanya jika iringaan tari tak memakai andegan
dan uyon -uyon tak selalu memakai lagon. Struktur garap uyon -uyon adalah buka,
tanggung, dados, wiled dan rangkep lalu kembali ke wiled dan suwuk.
6. Notasi
7.
Ladrang
Ayun - Ayun laras pelog pathet nem
Irama I dan II
2
=3 2 1
3 =5 3 n2
5 =3
2 p1 3
=5 3 n2
6 =3
5 p6 2
=1 6 n5
3 =6
3 p2 5
=3 5 gn6
Irama III
3 6 3 =6 2 3 2 1
y 1 2 =3 6 5 3 n2
6 2 5 =3 2 3 2 p1
y 1 2 =3 6 5 3 n2
6 2 5 =3 ! @ ! p6
2 3 2 =1 6 5 4 n5
6 3 5 =6 3 5 3 p2
5 3 1 =6 2 1 2 ng6
Rangkep
...3
...6 ...3 ...=6 ...2 ...3 ...2 ...1
...6
...1 ...2 ...=3 ...6 ...5 ...3 ...n2
...6
...2 ...5 ...=3 ...2 ...3 ...2 ...p1
...6
...1 ...2 ...=3 ...6 ...5 ...3 ...n2
...6
...2 ...5 ...=3 ...1 ...2 ...1 ...p6
...2
...3 ...2 ...=1 ...6 ...5 ...4 ...n5
...6
...3 ...5 ...=6 ...3 ...5 ...3 ...p2
...5
...3 ...1 ...=6 ...2 ...1 ...2 ...ng6
Notasi garap
gobyog
Ladrang ayun - ayun ini akan indah jika
garapnya gobyog. Karena garap gobyog ini seolah - olah memainkan dinamika
musiknya dalam hal ini melodinya. Bentuk gobyog ini merupakan selingan bentuk
sampak pada setiap gatra ganjil sampai kenong pertama, setelah kenong pertama
gatra - gatra ganjil kembali dalam balungan aslinya. Berikut ini notasi
gobyognya.
3 6
3 =6 2 3 2 1
xyx x x1x x x2x x x=x3x x x x x6x x x5x x x3x x xn2
Andegan
n3
np6 n3 np6 n3 np6 n3 np6 2 3 2 1 n3 np1 n3 np1 n3 np1 n2 np3 6 5 3 n2
n6
np2 n6 np2 n6 pn2 n5 np3 ! @ ! p6 2
3 2 =1
6 5 4 n5
6
3 5 =6 3 5
3 p2 5 3 1 =6 2 1 2 ng6
Garap ini hanya ada
dalam irama wiled dan dimulai setelah andegan.
Daftar
Pustaka
Kriswanto.
Dominasi Karawitan Gaya Surakarta di
Daerah Istimewa Yogyakarta.
Surakarta : ISI Press. 2008
Martapangrawit. Catatan Pangetahuan Karawitan I. Surakarta : ASKI Surakarta. 1975
Martapangrawit. Catatan Pangetahuan Karawitan I. Surakarta : ASKI Surakarta. 1975
Suparmi.
Gerongan dan Sindhenan Bentuk Gendhing
Ladrang Laras Pelog Pathet Nem.
SMK N Kasian Bantul. Yogyakarta. 2010
Suparno,
T. Slamet. Sejarah Karawitan I. Surakarta
: Sekolah Tinggi Seni Surakarta. 2001
Trustho.
Kendang Dalam Tradisi Tari Jawa.
Surakarta : ISI Press. 2005
Informan
Arsa
Rintoko, Mahasiswa Jurusan Karawitan ISI Yogyakarta, Angkatan 2012
Sumber
Audio
File
Mp3 dengan judul Beksan Nawung Asmara, 25 Februari 2014
File
Mp3 berjudul Ldr. Ayun - Ayun Pl. 6, 17 Maret 2014
Komentar
Posting Komentar